Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

JK Dinilai Bisa Jadi Pemimpin di Balik Layar

News & Blog

BERITASATU.COM – Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Indra J Piliang mengatakan sosok Jusuf Kalla (JK) memang bisa memimpin dari luar jalur. Artinya tanpa menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) akan tetap menjadi pemimpin.

“Dari segi pendidikan, sosok JK aktif di beberapa universitas. Dia bisa masuk sebagai tokoh muda dan tua. Pak JK juga bisa tegur siapapun. Karena posisinya senior yang masih punya power. Artinya dia bisa bukan hanya tegas tapi juga sosok pemimpin,” ujarnya dalam survei ‘Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014’, Jakarta Selatan, Minggu, (23/3).

Ditambahkan, JK juga dipandang sebagai sosok yang multipartai artinya dia memiliki jaringan diberbagai partai sehingga dinilai bisa masuk ke berbagai golongan.

Hasil survei Pol-Tracking Institute yang melibatkan 330 profesor dari 33 provinsi di Indonesia sebagai tim penilai, menempatkan Jusuf Kalla sebagai tokoh dengan kualitas dan kompetensi personal terbaik.

Survei pakar yang berlangsung dari Februari-Maret 2014 itu menilai 35 kandidat capres-cawapres berdasarkan tujuh aspek dimensi. Yakni integritas, visi dan gagasan, leadership dan keberanian mengambil keputusan. Kemudian kompetensi dan kapabilitas, pengalaman dan prestasi kepemimpinan, kemampuan memimpin pemerintah dan negara, serta kemampuan memimpin koalisi parpol di pemerintahan.

“Untuk skor total penilaian dari tujuh aspek itu terdapat 25 tokoh yang nilai ketercukupannya di atas 6. Peringkat pertama Jusuf Kalla (7.70) beda tipis dengan Joko Widodo (7.66),” kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda

Di posisi berikutnya diisi mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (7.55), Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (7.09), Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Prabowo Subianto (7.08). Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan (6.97), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (6.84), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (6.81). Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra (6.72), Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (6.70), Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (6.69), Anies Baswedan (6.61). Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (6.56), Akbar Tanjung (6.39), Megawati Soekarnoputri (6.39), Hidayat Nurwahid (6.33). Lalu, Gita Wirjawan (6.18), Marzuki Alie (6.18), Syahrul Yasin Limpo (6.16), Sutiyoso (6.15), Endriartono Sutarto (6.09), Isran Noor (6.07), Suryadharma Ali (6.06), Pramono Edhie Wibowo (6.04), dan Hary Tanoesudibjo (6.00).

Sedangkan sepuluh kandidat lainya hanya memperoleh nilai dibawah poin 6. Mereka antara lain, Ahmad Heryawan, Dino Patti Djalal, Anis Matta, Irman Gusman, Hayono Isman, Muhaimin Iskandar, Ali Masykur Musa, Sinyo Harry Sarundajang, Puan Maharani, dan Rhoma Irama.

Sumber: Berita Satu, Minggu 23 Maret 2014

Link: http://www.beritasatu.com/politik/173291-jk-dinilai-bisa-jadi-pemimpin-di-balik-layar.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.