Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

Wajah Ganteng Tak Berpengaruh di Pemilu 2014

News & Blog

OKEZONE.COM – Pol-Tracking Institute mengeluarkan hasil survei nasional bertajuk “Menakar Kandidat Capres dan Perilaku Pemilih dalam Pemilu Presiden 2014”. Selain elektabilitas calon presiden, survei ini juga memaparkan karakteristik capres.
Dalam survei tersebut, visi dan misi seorang capres menjadi faktor penting untuk dijadikan alasan masyarakat untuk memilih figur tersebut, dibandingkan dengan penampilan atau pembawaan figur itu sendiri.
Hal ini berbeda dengan Pemilu 2004, dimana pembawaan atau penampilan figur menjadi faktor besart keterpilihan seorang capres.
“Infrormasi yang dibutuhkan publik seputar kandidat adalah tawaran gagasan program dan pengalaman,” kata Ditektur Eksekutif Pol Tracking Hanta Yuda di Hotel Morrissey, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2013).
Ketua DPP Partai Golkar, Indra J Piliang turut memberikan pendapat terkait survei capres ini. Menurutnya dengan diutamakannya visi misi seorang capres, masyarakat lebih dewasa dalam menentukan pilihan.
Bahkan Indra menyindir masyarakat yang memilih seorang figur berdasarkan penampilan luar, sebagaimana terjadi pada Pemilu 2004 lalu, yang akhirnya memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden.
“Kalau 2004 dulu kan yanmg diuji siapa yang ganteng, apa Pak SBY, apa Pak Wiranto. Jawaban publik Pak SBY. Tapi menurut saya Pak Wiranto lebih ganteng dari Pak SBY,” kata Indra.
Sementara itu, di Pemilihan Presiden 2009, kata Indra, faktor penampilan perlahan mulai hilang, karena kandidat dari Pilpres saat itu berasal dari calon incumbent, yakni SBY dan Jusuf Kalla.
“2009 capresnya incumbent itu lebih banyak pencapaian program. Sekarang hal-hal itu tidak penting, publik ingin melihat program ke depan seperti apa. Pemilih kita semakin rasional, semakin mampu menghadapi strategi yang bersifat pencitraan,” paparnya.
Dalam survei tersebut, karekter capres yang meliputi integritas (97.14%), empati (95,36%), kemampuan (93,23%), dan pengalaman memimpin (93,09) adalah karakter-karakter penting yang harus dimiliki oleh kandidat capres menurut publik.
Sementara “penampilan menarik” merupakan karakter yang paling kurang penting dalam pandangan publik (60,10). Sedangkan tingginya aspek ‘kemampuan menyelesaikan masalah’ (47,9%) dibandingkan poin lainnya sebagai pertimbangan memilih publik, menjelaskan bahwa pemilih Indonesia kini tidak lagi mudah dipengaruhi oleh komunikasi retoris di depan publik dan latar belakang personal capres.
Visi/Gagasan/Program (38,72%) dan pengalaman/rekam jejak memimpin (31,41%) merupakan 2 informasi terpenting tentang figur capres bagi publik. Dan informasi seputar latar keluarga hanya dianggap penting oleh 6,91%, bahkan latar partai hanya dianggap perlu oleh 2,91 % responden. Artinya infrormasi yang paling dibutuhkan public seputar figure kandidat adalah tawaran gagasan program dan pengalaman (track record).
Survei ini dilakukan pada 13 September 2013 hingga 11 Oktober 2013 secara serempak di 33 provisi di seluruh Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 2010 responden berusia minimal 17 tahun.
Diperkirakan margin of error sebesar kurang lebih 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel survei ini menggunakan metode multi-stage random sampling, sedangkan pengambilan data melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner (ahm)
Sumber: http://pemilu.okezone.com/read/2013/12/22/567/915891/wajah-ganteng-tak-berpengaruh-di-pemilu-2014

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.