Poltracking Indonesia memaparkan sebanyak 80 persen publik mengakui, pemerintahan saat ini berhasil menjaga kerukunan umat beragama. Berdasarkan data survei periode 11-17 Mei 2026, pemerintahan Prabowo Subianto sukses menjaga iklim kerukunan di Tanah Air berjalan kondusif.
Survei Poltracking dihelat melalui wawancara tatap muka langsung dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden, margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode sampel survei menggunakan multistage random sampling.
Di beberapa kesempatan, Presiden Prabowo selalu menjadikan kerukunan sebagai dasar stabilitas nasional yang dipaparkan dalam forum dunia, seperti di World Economic Forum (WEF). Pemerintahan saat ini juga terus mendorong adanya dialog dan kunjungan langsung ke tokoh agama ke berbagai rumah ibadah sebagai bentuk nyata moderasi beragama.
“Menjaga kerukunan antar umat beragama (80,0 persen) merupakan masalah yang berhasil ditangani oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Kemudian, keberhasilan lain dari pemerintahan Prabowo, yaitu berhasil menjaga keamanan. Dari survei Poltracking Indonesia, sebanyak 77,8 persen menilai pemerintahan Prabowo sukses menjaga keamanan. “Diikuti menjaga keamanan (77,8 persen),” ucap Yoki.
Tak berhenti sampai di situ, kata Yoki, keberhasilan lain dari pemerintahan Prabowo yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karenanya, Yoki menilai, di tahun kedua pemerintahan Prabowo, situasi menjadi lebih terjaga, termasuk dalam menciptakan kerukunan hingga rasa aman. “Serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa (77,4 persen),” ujarnya.
Sumber: https://news.republika.co.id/berita/tg5as4484/survei-poltracking-pemerintahan-prabowo-berhasil-jaga-kerukunan-umat-beragama-part2