KONTEKS.CO.ID – Survei nasional terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan dan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada pada level tinggi.
Survei yang dilakukan pada 11-17 Mei 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi itu mencatat tingkat kepercayaan publik mencapai 74,2 persen, sementara tingkat kepuasan berada di angka 72,2 persen.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyebut capaian tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun.
Berdasarkan hasil survei, terdapat tiga faktor utama yang membuat masyarakat puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Faktor pertama adalah bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran sebesar 14 persen, disusul Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 13,8 persen, serta kepemimpinan yang dianggap tegas dan berwibawa sebesar 10,6 persen.
Dalam penilaian per sektor, bidang kesehatan memperoleh tingkat kepuasan tertinggi yakni 75,4 persen, diikuti pertahanan dan keamanan 74,5 persen, pendidikan 72,5 persen, serta sosial budaya 70,3 persen.
Sementara itu, bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan paling rendah dibanding bidang lainnya, yakni 59,2 persen. Temuan survei menunjukkan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran relatif merata di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara hingga Maluku-Papua.
Dari sisi demografi, seluruh kelompok usia juga cenderung menunjukkan tingkat kepuasan yang positif, mulai dari Generasi Z, Milenial, Generasi X, Baby Boomers hingga Silent Generation.
TNI Paling Dipercaya, DPR Terendah Dalam kategori lembaga negara dan institusi demokrasi, TNI menjadi lembaga dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 78,9 persen.
Posisi berikutnya ditempati lembaga kepresidenan dengan tingkat kepuasan 70,7 persen, disusul Bawaslu sebesar 70,1 persen. Sebaliknya, DPR RI menjadi lembaga dengan tingkat kepuasan terendah yakni 57,3 persen.
Penilaian publik terhadap fungsi DPR juga masih berada di bawah 60 persen, baik dalam pengawasan pemerintah, penyusunan undang-undang, penyerapan aspirasi masyarakat, maupun pembahasan anggaran negara.
Survei Poltracking juga menemukan bahwa Program Makan Bergizi Gratis menjadi program unggulan pemerintah yang paling dikenal masyarakat.
Sebanyak 92,1 persen responden mengaku mengetahui program tersebut. Dari jumlah itu, 55,6 persen menyatakan puas terhadap pelaksanaannya, sementara 41,2 persen menyatakan belum puas.
Selain MBG, program yang dinilai paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah Kartu Indonesia Sehat (11,1 persen), Kartu Indonesia Pintar (10,1 persen), Layanan Kesehatan Gratis (8,5 persen), serta Bantuan Subsidi Upah (8,3 persen).
Dalam aspek ketepatan sasaran, MBG kembali menempati posisi teratas dengan angka 24,5 persen. Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei nasional pada pertengahan Mei 2026, dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 11 – 17 Mei 2026. Sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.***