Figur Lebih Menarik Dibandingkan Parpol

KOMPAS.COM — Rencana Partai Kebangkitan Bangsa mengusung mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai calon presiden 2014 merupakan uji pasar. Rencana itu diharapkan mendongkrak elektabilitas PKB sambil menanti respons partai lain yang mau mengusung JK.

Pengamat politik, Arya Budi, dari Pol-Tracking Institute, mengungkapkan hal itu di Jakarta, Selasa (5/11). ”PKB merasa tidak cukup memiliki Rhoma Irama dan Mahfud MD untuk menarik atensi pemilih,” ujar Arya.

Menurut dia, PKB memerlukan figur yang lebih besar dan melihat JK seksi untuk mendongkrak elektabilitas. Perilaku pemilih di Indonesia menunjukkan, figur lebih kuat membawa pemilih dibandingkan dengan partai. Dalam konteks ini pula, Partai Demokrat membuat konvensi.

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan mulai menggulirkan pencapresan Menteri Agama Suryadharma Ali yang kini menjabat Ketua Umum DPP PPP. Setelah penyelenggaraan ibadah haji, Suryadharma menjanjikan akan memberikan kepastian. Namun, pihak PPP menurut rencana baru akan memberikan kepastian pencapresan pada Januari 2014.

”Tunggu saja bulan Januari berurutan dengan peringatan hari kelahiran PPP. Saat itu akan diadakan rapat pimpinan nasional untuk mendengarkan masukan dari Dewan Pimpinan Wilayah PPP seluruh Indonesia. Sejauh ini, mayoritas dari 33 DPW meminta PPP memelopori pengajuan tokoh politik dari basis pemilih Muslim menjadi capres,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PPP Romahurmuziy.

Menurut dia, dari inventarisasi nama-nama tokoh politik, Suryadharma dinilai paling mungkin sebagai figur tengah mengingat tidak ada organisasi masyarakat Islam yang dominan di PPP. Partai politik berbasis Islam lainnya memiliki kecenderungan berada dalam dominasi ormas Islam. Misalnya, PKB dominan Nahdlatul Ulama (NU), Partai Amanat Nasional dominan sebagai Muhammadiyah, Partai Bulan Bintang dominan Dewan Dakwah.

 

Perbedaan pendapat

Di Jambi, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung minta seluruh organisasi bentukan dan pendukung Golkar bersatu demi target suara 30 persen dalam Pemilu Legislatif 2014. Permintaan itu didasari kesadaran peredaan pendapat di Golkar. Kemenangan itu juga akan jadi modal untuk mencalonkan presiden dan wapres.

 

Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan sudah ada calon yang akan menjadi wakilnya. Namun, dia enggan menyebut. (OSA/ITA)

 

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2013/11/06/1207023/Figur.Lebih.Menarik.Dibandingkan.Parpol