Hanya Segelintir Masyarakat yang Merasa Dekat dengan Parpol

KOMPAS.COM – Partai politik terbukti masih belum berhasil memikat hati rakyat. Survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013), menunjukkan, hanya ada 19 persen rakyat Indonesia yang merasa dekat dengan partai politik. Sisanya, sebanyak 81 persen mengaku tidak memiliki kedekatan dengan partai politik mana pun.

“Jumlah ini sangat sedikit sekali mengingat partai peserta pemilu kita saja berjumlah 12 partai,” kata peneliti Pol-Tracking Institute, Aria Budi, saat memaparkan hasil surveinya.

Dengan jumlah yang sangat sedikit itu, menurutnya, partai politik harus melakukan berbagai perbaikan. Masih berdasarkan survei, perbaikan yang harus dilakukan partai politik adalah masalah kepedulian. Faktor tersebut mendapatkan persentase yang cukup besar, yakni 46,1 persen. Faktor lainnya yang menjadi dasar perhitungan masyarakat untuk merasa dekat dengan suatu parpol adalah bersihnya parpol itu.

Sebanyak 33 persen responden menginginkan parpol yang bersih. Sementara itu, sebanyak 9,9 persen responden menginginkan parpol yang demokratis. Sebanyak 6,1 persen lebih menyukai parpol yang terbuka dan akuntabel. Sisanya, sebanyak 4,6 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Hanta Yudha mengatakan, parpol masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk menggaet masyarakat. Dalam pemilu legislatif mendatang, menurutnya, faktor caleg yang menunjukkan citra peduli dan bersih dapat meningkatkan lumbung suara itu.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Jumlah sampel adalah 2.010 warga dari semua provinsi di Indonesia yang telah berusia 17 tahun dan bukan anggota TNI/Polri. Survei dilakukan dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilaksanakan pada rentang waktu 13 September 2013 hingga 11 Oktober 2013.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2013/12/19/1746330/Hanya.Segelintir.Masyarakat.yang.Merasa.Dekat.dengan.Parpol