Kalau Ical Mau Menang, Jokowi Jangan Maju

KOMPAS.COM – Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda mengatakan, peluang Ketua Umum Golkar Aburizal “Ical” Bakrie memenangkan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 terbuka lebar. Dengan catatan, PDI Perjuangan tak mengusung Joko Widodo sebagai calon presidennya.

Hal itu ia lontarkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan Pol-Tracking baru-baru ini pada elektabilitas ketua partai politik jelang Pilpres 2014. Dari sederet nama ketua partai politik, Ical mampu menduduki posisi teratas survei tersebut.

“Kalau pak ARB (Ical) mau menang, Jokowi jangan maju,” kata Hanta, di Jakarta, Minggu (22/12/2013).

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Ical mencapai 17,04 persen. Di bawahnya ada nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 15,75 persen, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan elektabilitas 11,21 persen, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dengan elektabilitas sebesar 10,12 persen.

Sementara elektabilitas ketua partai politik lainnya hanya berada di bawah 5 persen. Hasil survei tersebut khusus untuk mengukur elektabilitas ketua partai politik. Hasilnya sangat berbeda dengan survei serupa di mana jawaban responden keluar secara spontan (top of mind).

Dari survei spontan itu, politisi PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) berada di posisi teratas. Gubernur DKI Jakarta tersebut dipilih oleh 37,46 persen responden, jauh mengungguli Prabowo Subianto dan Ical yang sama-sama hanya mendapatkan dukungan dari 11 persen responden.

“Elektabilitas ini adalah angka top of mind, responden memilih berdasarkan apa yang ada dalam pikirannya (spontan),” ujar Hanta.

Lainnya, elektabilitas tokoh seperti Jusuf Kalla hanya sebesar 6,12 responden, dan Wiranto 5,78 persen. Sementara, sosok sekaliber Megawati Soekarnoputri, Mahfud MD, Hatta Rajasa, Surya Paloh, dan Dahlan Iskan hanya memiliki elektabilitas di bawah 5 persen.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2013/12/22/1455582/Kalau.Ical.Mau.Menang.Jokowi.Jangan.Maju.