Poltracking: Gerindra Bisa Setengah Hati Dukung Pemerintah Jika Jatah Menteri Tidak Sesuai

Jakarta, Beritasatu.com – Peneliti dari lembaga survei Poltracking Indonesia Agung Baskoro mengemukakan kehadiran Partai Gerindra pada Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sesungguhnya relevan bila basisnya program. Hal itu agar ide-ide yang disampaikan saat kampanye bisa direalisasikan bersama. Namun, bila hanya sebatas membagi kursi maka bila jumlahnya tak sesuai, bisa berujung setengah hati.

“Ini tantangan jika nanti Gerindra masuk koalisi,” kata Agung di Jakarta, Jumat (9/8).

‎Ia menjelaskan jika dicermati, keseriusan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjalin relasi dengan PDIP bukan hal yang baru. Pada Pemilu tahun 2009 lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah maju bersama Prabowo sebagai capres-cawapres. Di saat hubungan Presiden Jokowi dan PDIP renggang saat pertengahan periode pertama, Gerindra hadir “menguatkan”. Artinya, kelenturan Prabowo dalam bersikap semakin menjelaskan bahwa kans cinta lama bersemi kembali (CLBK) mengemuka.

“Ini kali ketiga, Prabowo hadir dalam agenda dengan Jokowi atau Mega. Setelah sebelumnya ketemu Jokowi di Stasiun MRT, kemudian ke rumah Mega dan kemarin datang ke Bali dalam acara PDIP. Ini menarik menimbang hanya Prabowo yang diundang dalam kapasitasnya sebagai lawan pada Pilpres tanggal 17 April 2019 lalu. Sementara yang lain tidak mendapat kesempatan yang sama‎,” ujar Agung.

Sementara‎ peneliti dari Formappi Lusius Karus mengemukakan PDIP semakin nekat menjalin komunikasi serius dengan Gerindra. Megawati nampaknya membaca nafsu sebagian parpol untuk meraup kue kekuasaan menteri hingga puas. Bahkan atas nama nafsu itu partai-partai tersebut tidak mempedulikan PDIP yang jelas-jelas unggul dalam Pemilu lalu.

Upaya bersinergi dengan Gerindra yang nampaknya makin serius dilakukan PDIP tak bisa lain merupakan bagian dari strategi PDIP untuk membangun poros baru menghadapi nafsu parpol-parpol koalisi lain yang terlampau berlebihan untuk menguasai kabinet. Dengan menarik Gerindra, PDIP tengah mempersiapkan pendukung baru jika harus berhadapan dengan teman koalisinya yang ngotot pada kemauan masing-masing. Jika terpaksa, demi bisa meraih kepentingan PDIP dan memanfaatkan peluang pemerintahan Jokowi Jilid II, PDIP tak akan kehabisan kekuatan bila ada parpol koalisi yang hengkang.

“Saya menduga Megawati serius membicarakan kerja sama dengan Gerindra. Ini harus ia lakukan untuk memastikan tak ada parpol koalisi yang leluasa menekan Jokowi untuk mendapatkan kue-kue paling strategis di kabinet. Kursi Jaksa Agung, kementerian perdagangan, BUMN, ESDM, merupakan sebagian dari pos kementerian yang diincar PDIP,” tutup Lusius.


sumber: https://www.beritasatu.com/politik/568813/poltracking-gerindra-bisa-setengah-hati-dukung-pemerintah-jika-jatah-menteri-tidak-sesuai