Rilis Survei Opinion Makers dan Pakar: Mencari Kandidat Muda Potensial 2014

Saat ini struktur kekuasaan partai yang tertutup dan sentralistis mengakibatkan kandidat yang muncul tidak memberi alternatif terbaik bagi publik. Akibatnya, pilpres 2014 mendatang seolah menjadi ‘pertarungan bebas’ karena SBY sebagai incumbent tak dapat lagi mencalonkan diri.

Di sisi lain, survei opini publik juga masih didominasi oleh figur-figur senior yang menjadi patron partai politik. Hal tersebut terjadi karena survei ditujukan mengetahui selera dan preferensi publik terhadap pertanyaan siapa yang pantas dan berpeluang terpilih dalam Pilpres 2014. Alhasil, publik selalu disuguhkan dengan nama-nama yang sudah lama beredar dalam orbit politik nasional dan menimbulkan ‘kejenuhan’di telinga publik pemilih.

Pada saat yang sama, banyak figur muda yang dipandang mempunyai kapasitas dan bahkan berpotensi mempunyai kepantasan dan peluang politik dalam Pilpres 2014. Namun figur muda ini masih jarang tersentuh oleh survei opini publik, mereka hanya sampai dalam wacana elit partai.

Melihat urgensi momentum pilpres 2014 yang memberi ruang ‘kemungkinan’ bagi siapapun dan belum tersentuhnya figur-figur muda sebagai kandidat potensial. Maka survei pakar dan publik opinion maker menjadi penting untuk memberikan assessment bagi kandidat muda terseleksi. Karena opini publik yang menjadi standard pengukuran elektabilitas kandidat dipengaruhi oleh para pakar dan aktor-aktor pembentuk opini. Hal inilah yang melatarbelakangi Pol-Tracking Institute melakukan Survei Opinion Makers dan Pakar: Mencari Kandidat Muda Potensial 2014.

Hasil riset Pol-Tracking Institute melalui assessment 13 aspek yang berada dalam interval penilaian 10 sampai 100, dengan standard ketercukupan adalah 60, temuan riset menunjukkan, ada banyak figur muda—baik yang berasal dari parpol maupun figur dari luar parpol—yang mempunyai kapasitas dan kepantansan menjadi kandidat dalam Pilpres 2014. Kedua, tingkat penilaian figur muda yang berasal dari parpol dan figur muda dari luar lembaga kepartaian sangat dipengaruhi oleh rekam jejak, pengalaman, dan prestasi kerja yang dimiliki.

Bagi figur muda yang merupakan kader atau fungsionaris partai, penting untuk memposisikan diri sebagai figur yang pantas sebagai kandidat Pilpres 2014. Sehingga kerja politik di dalam internal parpol dan publik tak hanya berimplikasi peluang politik patron atau politisi senior dalam partainya.

Selain itu, untuk figur muda di luar kelembagaan parpol, perlu melakukan kerja-kerja politik kepartaian melalui partisipasi politik sebagai kader partai. Hal ini penting karena secara konstitusional, partai politik adalah satu-satunya lembaga negara sebagai jalur kandidasi dalam pilpres.

Dari hasil survei ini, Pol-Tracking Institute menarik kesimpulan, perlunya political will para politisi senior dalam kelembagaan partai yang memegang otoritas puncak dalam struktur kepengurusan untuk memberi ruang bagi hadirnya figur muda sebagai kandidat.

Kelembagaan partai politik perlu membangun sistem kandidasi secara demokratis melalui konvensi sehingga mampu menghadirkan kandidat yang mempunyai elektabilitas publik, bukan elektabilitas elit, dan sesuai dengan garis kebijakan partai.

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute

Hanta Yuda AR

Download dokumen (format: pdf).