Rilis Survei Poltracking Indonesia: Peta Kekuatan Elektoral Cagub-Cawagub Pilkada Jatim dan Pilkada Jabar 2018

Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei pada 18-22 Juni 2018 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling di Jawa Barat dan Jawa Timur. Jumlah sampel dalam survei Jawa Barat (Jabar) ini 800 responen dengan margin of error (MoE) +/- 3.5% pada tingkat kepercayaan 95%. Sementara untuk survei Jawa Timur (Jatim) berjumlah 1200 responden dengan margin of error (Moe) +/- 2.8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Klaster survei Jabar ini menjangkau seluruh 27 Kab/Kota Se-Jabar secara proporsional, sementara untuk Jatim menjangkau seluruh 38 Kab/kota se-Jatim secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir. Primary Sampling Unit (PSU) survei ini adalah desa/kelurahan yang dipilih secara acak dengan jumlah secara proporsional di setiap kabupaten/kota. Multistage sampling ke level individu responden menggunakan TPS dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terdapat 5 TPS yang dipilih secara acak di setiap desa/kelurahan dengan masing-masing TPS dipilih 2 pemilih secara acak. Sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi gender (jenis kelamin) pemilih. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak sistematis. Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat.

Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas kandidat gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Timur.

Temuan pokok dan analisis hasil survei ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut:

Dalam konteks Jawa Barat, survei ini menunjukkan bahwa berdasarkan pertanyaan dengan simulasi kertas suara, elektabilitas pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (42.0%), unggul dari Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (35.8%), Sudrajat – Ahmad Syaikhu (10.7%), Tb. Hasanuddin – Anton Charliyan (5.5%) dan Tidak tahu/Tidak jawab (6.0%).

Sementara terkait Jawa Timur, Survei ini menunjukkan bahwa berdasarkan pertanyaan dengan simulasi kertas suara, elektabilitas pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (51.8%), unggul dari pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (43.5%), dan Tidak tahu/Tidak jawab (4.7%).

Metode pertanyaan elektabilitas ini menempatkan responden mencoblos kertas simulasi sehingga mempunyai validasi jawaban lebih baik dibandingkan jawaban responden yang disampaikan kepada pewawancara survei.

Jakarta, 23 Juni 2018

 

Direktur Eksekutif,

Hanta Yuda AR


Download:
Laporan Survei Jawa Timur – Juni 2018

Laporan Survei Jawa Barat – Juni 2018


Lihat Foto Rilis Survei:
Peta Kekuatan Elektoral Cagub-Cawagub Pilkada Jatim dan Pilkada Jabar 2018