Rilis Survei Poltracking Indonesia: Peta Kekuatan Elektoral Calon Gubernur & Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat 2020

Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei pada 19 – 23 Oktober 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.8% pada tingkat kepercayaan 95%. Klaster survei ini menjangkau 19 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Sumatera Barat secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir. Sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih. Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan terpilih.

Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat dan mengukur potensi partisipasi dan kemantapan pemilih. Temuan pokok dan analisis hasil survei ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut:

Pertama, survei ini menunjukkan bahwa berdasarkan pertanyaan dengan simulasi surat suara, pasangan Mulyadi – Ali Mukhni dipilih oleh hampir setengah masyarakat Sumatera Barat dengan elektabilitas sebesar (49.5%), unggul dibandingkan pasangan lainnya, diikuti oleh Nasrul Abit – Indra Catri (21.3%), Mahyeldi Ansharulah – Audy Joinaldy (17.1%) dan Fakhrizal – Genius Umar (6.2%) dengan pemilih merahasiakan jawaban (2.2%) dan undecided voters (3.7%). Model pertanyaan dengan responden mencoblos simulasi surat suara mempunyai validasi jawaban lebih baik dibandingkan jawaban responden yang disampaikan kepada interviewer survei.

Lebih lanjut, survei ini menemukan bahwa dalam pertanyaan kandidat tunggal Gubernur (tidak berpasangan), Mulyadi (49.7%) paling unggul dibandingkan calon gubernur lainnya diikuti oleh Nasrul Abit (21.0%), Mahyeldi Ansharullah (17.0%) dan Fakhrizal (5.8%) dengan pemilih merahasiakan jawaban (2.2%) dan undecided voters (4.3%). Pun demikian dengan elektabilitas kandidat tunggal Wakil Gubernur, tingkat elektabilitas Ali Mukhni (47.1%), lebih unggul dibandingkan calon wakil gubernur lainnya, diikuti oleh Indra Catri (19.2%), Audy Joinaldy (14.4%) dan Genius Umar (5.3%) dengan pemilih merahasiakan jawaban (4.9%) dan undecided voters (9.1%).

Kedua, survei ini menunjukkan bahwa terdapat (75.9%) pemilih di Sumatera Barat yang mengetahui akan ada Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Sumatera Barat pada 9 Desember 2020, sedangkan (18.1%) pemilih tidak mengetahui akan adanya Pilkada. Pada aspek potensi partisipasi, pemilih yang akan mencoblos pada Pilkada Sumatera Barat 2020 sebanyak (72.4%), sementara (5.1%) pemilih tidak akan mencoblos dan (4.4%) pemilih belum pasti mencoblos.

Pada aspek preferensi pemilih, mayoritas pemilih di Sumatera Barat memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur didasarkan pada pertimbangan karena figur calon Gubernur/Wakil Gubernurnya secara personal (pribadi) (64.7%), kemudian karena partai politik pengusungnya (13.1%) dan karena figur tokoh partai/pimpinan partai (11.3%).

Temuan ini merupakan potret terbaru peta kekuatan elektoral masing-masing pasangan Calon Gubernur – Wakil Gubernur Sumatera Barat (dalam rentang survei tanggal 19 – 23 Oktober 2020). Melihat undecided voters dan swing voters sudah kecil dan waktu pelaksanaan Pilkada Sumatera Barat sekitar satu bulan lagi, kemungkinan besar tidak akan ada perubahan politik yang signifikan.

Padang, 03 November 2020
MASDURI – 081935177436
Manajer Riset Poltracking Indonesia