Rilis Survei Poltracking Indonesia: Peta Kekuatan Elektoral Calon Walikota & Calon Wakil Walikota Surabaya 2020

Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei pada 19 – 23 Oktober 2020 dengan
menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini
adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.8% pada tingkat kepercayaan 95%. Klaster
survei ini menjangkau 31 kecamatan di seluruh Kota Surabaya secara proporsional berdasarkan
data jumlah populasi pemilih terakhir, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis
kelamin pemilih. Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih
secara lebih akurat. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara
tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap
pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan terpilih.

Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur popularitas, akseptabilitas, dan
elektabilitas kandidat walikota dan wakil walikota Kota Surabaya; membaca peta persebaran
suara berdasarkan demografi dan partai politik; mengukur potensi partisipasi, preferensi pemilih
dan kemantapan pilihan. Temuan pokok dan analisis hasil survei ini dapat dijelaskan
sebagaimana berikut:

Pertama, survei ini menunjukkan bahwa berdasarkan pertanyaan dengan simulasi surat suara,
elektabilitas pasangan Machfud Arifin – Mujiaman Sukirno (51.7%), unggul dari pasangan Eri
Cahyadi – Armuji (34.1%), dengan pemilih merahasiakan jawaban (5.0%) dan yang belum
menentukan pilihan atau undecided voters (9.2%). Model pertanyaan dengan responden
mencoblos simulasi surat suara mempunyai validasi jawaban lebih baik dibandingkan jawaban
responden yang disampaikan secara langsung kepada interviewer survei.
Lebih lanjut, survei ini menemukan bahwa dalam pertanyaan kandidat tunggal Walikota (tidak
berpasangan), Machfud Arifin (51.9%) lebih unggul dari Eri Cahyadi (34.3%), dengan pemilih
merahasiakan jawaban (6.0%) dan undecided voters (7.8%). Pun demikian dengan elektabilitas
kandidat tunggal Wakil Walikota, tingkat elektabilitas Mujiaman (47.5%), lebih unggul dari
Armuji (30.7%), dengan pemilih merahasiakan jawaban (10.4%) dan undecided voters (11.4%).

Kedua, Berdasarkan kelompok gender/jenis kelamin, Machfud Arifin – Mujiaman unggul
signifikan di pemilih laki-laki (49.1%) maupun pemilih perempuan (48.2%). Selanjutnya, pada
kategori tingkat pendidikan pemilih, Machfud Arifin – Mujiaman unggul pada semua jenjang
pendidikan pemilih, mulai dari tidak lulus SD sampai dengan pemilih lulusan >=Strata-1 (40.0%-
52.3%). Berdasarkan kelompok generasi usia pemilih, Machfud Arifin – Mujiaman juga unggul
pada pemilih Milenial Muda (22-30 Tahun) (52.3%), Milenial Matang (31-40 Tahun) (53.0%),
Generasi X (41-52 Tahun) (56.2%), dan Baby Boomers (53-71 Tahun) (43.0%). Sedangkan pemilih
Generasi Z (<=22 Tahun) cenderung berimbang antara kedua pasangan.

Berdasarkan kelompok suku, Machfud Arifin – Mujiaman unggul dibandingkan Eri Cahyadi –
Armuji di kalangan pemilih suku Jawa (53.4%) dan Madura (53.7%). Sementara, Eri Cahyadi –
Armuji unggul dibandingkan dengan Machfud Arifin – Mujiaman pada pemilih etnis Tionghoa
(55.6%). Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada peta dukungan kandidat berdasarkan kelas
sosial pemilih, seperti pekerjaan dan penghasilan. Terkait dengan hal ini, Machfud Arifin –
Mujiaman cenderung unggul pada banyak kategori demografi berdasarkan pekerjaan dan
penghasilan dibandingkan pasangan Eri Cahyadi – Armuji.

Kelompok Pengajar, Pedagang kecil, PNS, Karyawan swasta, Pejabat, Pengusaha, Profesional,
Wiraswasta kecil (47.2%), Ibu Rumah Tangga (53.7%), Buruh, Nelayan, Petani, dan Sedang
mencari pekerjaan/menganggur (52.5%) juga lebih banyak memilih Machfud Arifin – Mujiaman
dibandingkan Eri Cahyadi – Armuji. Sedangkan Eri Cahyadi – Armuji unggul pada pemilih
pelajar/mahasiswa (41.0%). Sementara, berdasarkan tingkat penghasilan pemilih, Machfud
Arifin – Mujiaman unggul pada 3 (tiga) kategori penghasilan pemilih (<= Rp Rp 1.000.000
(53.8%), Rp 1.000.0001 – Rp 2.000.000 (57.7%), dan Rp 2.000.0001 – Rp 5.000.000 (51.1%)).
Adapun, Eri Cahyadi – Armuji unggul di kategori penghasilan pemilih berpenghasilan >=Rp
5.000.001 (45.5%).

Ketiga, Berdasarkan basis kultur dan politik pemilih. Dari (57.4%) pemilih yang terafiliasi
dengan Nahdlatul Ulama, sebanyak (57.8%) memilih Machfud Arifin – Mujiaman sebagai
Walikota – Wakil Walikota Surabaya. Di sisi lain, (33.2%) warga Nahdlatul Ulama (NU) memilih
Eri Cahyadi – Armuji. Pada pemilih yang terafiliasi dengan Muhammadiyah (7.4%), sebanyak
(47.6%) memilih Eri Cahyadi – Armuji sebagai Walikota – Wakil Walikota Surabaya. Di sisi lain,
(43.9%.) warga Muhammadiyah memilih Machfud Arifin – Mujiaman.
Dalam survei ini menunjukkan konsistensi peta persebaran suara pemilih berdasarkan basis
politiknya. Pasangan Machfud Arifin – Mujiaman yang diusung oleh banyak partai memiliki
soliditas pemilih yang tinggi. Terlihat mayoritas pemilih partai pengusung (PKB, Partai Gerindra,
Partai Demokrat, Partai Golkar, PKS, Partai Nasdem, PAN & PPP) terlihat solid dengan memilih
pasangan Machfud Arifin – Mujiaman. Pemilih PDIP yang notabene partai pengusung utama dan
PSI yang merupakan partai pendukung pasangan Eri Cahyadi – Armuji juga terlihat solid dengan
memilih Eri Cahyadi – Armuji.

Pemilih Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana pada Pilkada Surabaya 2015, lebih banyak
memilih pasangan Machfud Arifin – Mujiaman (49.4%) dibandingkan Eri Cahyadi – Armuji
(37.8%). Begitupun pada pemilih yang memilih Rasiyo – Lucy Kurniasari, mayoritas memilih
pasangan Machfud Arifin – Mujiaman (70.7%) dibandingkan Eri Cahyadi – Armuji (19.5%).

Temuan ini merupakan potret terbaru peta kekuatan elektoral masing-masing pasangan Calon
Walikota – Wakil Walikota Surabaya (dalam rentang survei tanggal 19-23 Oktober 2020). Melihat
waktu pelaksanaan Pilkada Surabaya sekitar satu bulan lagi, kemampuan kandidat dan tim
menggarap pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan pemilih yang masih
mungkin berubah (swing voters) menjadi kunci kemenangan.

Surabaya, 02 November 2020
MASDURI – 081935177436
Peneliti Poltracking Indonesia