Survei: Mayoritas Masyarakat Lebih Ingin Presiden Laki-laki

KOMPAS.COM – Mayoritas masyarakat menginginkan calon presiden berjenis kelamin laki-laki. Dalam survei yang digelar Pol-Tracking, hanya sedikit warga yang ingin calon presiden perempuan.

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda mengatakan, dalam survei yang digelar, ditemukan fakta bahwa mayoritas pemilih masih mempertimbangkan jenis kelamin dalam memilih calon presidennya. Tak kurang dari 66 persen responden menginginkan calon presidennya berkelamin laki-laki, 4 persen menginginkan calon presiden perempuan, dan 27 persen responden tak mempermasalahkan jenis kelamin calon presiden yang diusung.

“Masih ada juga 34 persen pemilih yang menyatakan suku atau etnies mempengaruhi pilihan capres mereka,” katanya di Jakarta, Minggu (22/12/2013).

Sebagai informasi, survei ini dilakukan Pol-Tracking pada 13 September 2013 hingga 11 Oktober 2013 secara serempak di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah responden yang dijadikan sampel mencapai 2.010 orang dengan usia minimal 17 tahun. Wawancara dilakukan secara tatap muka dan kuisioner. Margin of error diklaim sebesar sekitar 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun mengenai sumber dana untuk pembiayaan survei, Pol-Tracking mengklaim menggunakan dana internal. Jumlah dananya tidak disampaikan, tapi salah satunya berasal dari subsidi silang (profit) berbagai survei-survei daerah pemilihan (calon anggota legislatif) yang tidak dipublikasikan.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2013/12/22/1327444/Survei.Mayoritas.Masyarakat.Lebih.Ingin.Presiden.Laki-laki