Survei: Pemilih Demokrat Justru Tak Tahu Konvensi

VIVA.CO.ID – Partai Demokrat telah menggelar konvensi mencari calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2014. Ada 11 kandidat bakal calon presiden.

Lembaga survei Pol-Tracking Institute telah menggelar poling tersendiri untuk mengukur elektabilitas 11 bakal calon presiden yang dirilis Minggu 11 Desember 2013.

Survei dilakukan pada 13 September-11 Oktober 2013, terhadap 2010 responden dengan usia minimal 17 tahun di seluruh provinsi di Indonesia. Hasilnya, mayoritas memilih Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan angka 16,9 persen.

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka dan metode multi stage random sampling dengan margin error mencapai 2,19 persen.

Kemudian disusul Marzuki Alie (4 persen), Pramono Edhie Wibowo (2,3 persen), Anies Baswedan (2 persen), Irman Gusman (1,2 persen), Ali Masykur Musa (1,1 persen), Gita Wirjawan (0,8 persen), Endriarto Sutarto (0,6 persen), Hayono Isman (0,6 persen), Dino Pati Jalal (0,2 persen) dan Sinyo Harry Sarungdajang (0,1 persen).

Sementara, yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 70,5 persen. “Mereka tidak memilih karena mereka tidak tahu (konvensi),” kata Direktur Eksektif Pol-Tracking, Hanta Yuda.

Rupanya ketidaktahuan publik mengenai konvensi ini juga dirasakan pemilih Demokrat sendiri. Terlihat dari jumlah yang tidak memilih sebanyak 54,18 persen. Itu terungkap setelah Pol-Tracking juga melakukan survei kandidat bakal capres dengan responden pemilih Demokrat.

Sementara, bakal capres yang paling banyak dipilih internal Demokrat adalah Dahlan Iskan (20,67 persen), kemudian disusul Marzuki Alie (5,03), Pramono Edhie Wibowo (2,79 persen), Irman Gusman (1,68 persen), Gita Wirjawan (1,12 persen), Endriarto Sutarto (1,12 persen), Anies Baswedan (0,56 persen), Ali Masykur Musa (0,56 persen), Hayono Isman (0,56 persen), sementara Dino Pati Djalal dan Sinyo Harry Sarundajang tak ada yang memilih.

Anggota Komite Konvensi Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin mengaku menyadari bahwa konvensi kurang dikenal masyarakat. “Di media belum gencar, partai besar tidak punya media, tetapi harusnya akses media bagus, ini yang akan kami evaluasi,” kata Didi.

Tetapi, Didi menegaskan, dengan menggelar konvensi ini, sebenarnya partai Demokrat sudah memberikan contoh bagaimana demokrasi. Sebab, kata dia, hanya Partai Demokrat yang memberikan kesempatan kepada semua kalangan untuk menjadi pemimpin.

“Konvensi, segenap aspek anak bangsa, tanpa melihat suku, umur, etnis, semua punya peluang jadi pemimpin. Dari 11 peserta ini bermacam-macam latar belakang,” kata dia. (umi)

Sumber: http://politik.news.viva.co.id/news/read/468221-survei–pemilih-demokrat-justru-tak-tahu-konvensi