Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

Ini 3 Kandidat Kuat Ketum Golkar Versi Survei Poltracking

News & Blog

BERITASATU.COM – Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golongan Karya (Golkar) diagendakan digelar awal tahun depan.

Sejumlah nama mencuat dan menggalang dukungan di daerah untuk menggantikan Aburizal Bakrie. Bahkan, Ical, sapaan akrab Aburizal, ditengarai kembali mencalonkan diri dan mengatur siasat aklamasi.

Menyongsong munas partai berlambang beringin tersebut, lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil surveinya terhadap ramalan tokoh Golkar mana yang menjadi kandidat kuat ketua umum berikutnya berdasar rekam jejak mereka.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda dalam press rilisnya menyatakan, sebanyak 53 persen responden menginginkan calon ketua umum Golkar memiliki integritas moral yang baik.

“Hasil ini memperkuat temuan sebelumnya dan relevan dengan keinginan publik yang berharap seluruh ketua umum partai berintegritas,” kata Hanta, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (13/11).

Selain itu, terkait latar belakang yang diharapkan memimpin Golkar, berturut hasil tertingginya diperoleh kalangan profesional (31,54%) dan aktivis (29,23%). Lalu, usia ideal yang diharapkan memimpin Golkar berada di rentang usia 46-55 tahun (67,94%).

“Temuan yang mengemuka ini sebenarnya menegaskan dua hal, yakni figur pemimpin diharapkan memiliki kebaruan dan regenerasi kepemimpinan menjadi niscaya di tengah kegagalan Golkar meraih kursi signifikan di pemilu legislatif yang lalu,” jelass Hanta.

Berdasar hasil itu itu, Poltracking merekomendasikan, Priyo Budi Santoso (19.05%), Agung Laksono (17,46%) dan Hajriyanto Tohari (16,67%) menjadi figur yang paling layak memimpin Golkar berikutnya.

Hal yang menarik, berdasar aspek integritas, justru Hajriyanto Tohari memiliki prospek yang paling tinggi, yakni 6.59 persen.

Sementara dari aspek kompetensi dan kapabilitas, raihan antar figur yang masuk survei cukup kompetitif. Nama-nama yang muncul di antaranya, Priyo Budi Santoso (6,53%), Hajriyanto Tohari (6,38%), Agung Laksono (6,08%) dan MS. Hidayat (6,05%).

Sedangkan, calon petahana Aburizal Bakrie menurut survei direkomendasikan sebagai figur yang tidak layak kembali memimpin Golkar, yakni 52,03 persen.

Dalam melakukan survei ini, Poltracking menggunakan metode uji kelayakan figur melalui tiga tingkatan penyaringan, yaitu uji kelayakan kandidat dilakukan melalui meta analisis (analisis pemberitaan media, hasil survei dan dekomentasi studi yang relevan), lalu Focus Discussion Group (FGD) untuk lebih jauh nama-nama yang didapatkan dari meta analisis, terakhir, penilaian masing-masing figur terseleksi dilakukan oleh 173 pakar dan tokoh yang memiliki pengaruh opini publik.

Sebanyak 173 pakar dan tokoh tersebut menilai 10 aspek yang diperlukan untuk menjadi seorang ketua umum partai, yakni, integritas, kompetensi, kapabilitas, visi dan gagasan serta komunikasi elite.

Selain itu juga dibutuhkan kemampuan komunikasi publik, akseptabilitas publik, pengalaman dan prestasi kepemimpinan, kemampuan memimpin organisasi kepartaian, kemampuan memimpin koalisi partai politik di pemerintahan dan kemampuan memimpin pemerintahan dan negara.

Kamis, 13 November 2014

Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/224786-ini-3-kandidat-kuat-ketum-golkar-versi-survei-poltracking.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.