Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

Delapan Calon Ketua Umum Golkar Dianggap Pas-pasan

News & Blog

KOMPAS.COM— Survei pakar Poltracking Institute menunjukkan fakta tak menggembirakan dari delapan calon ketua umum Partai Golkar yang diprediksi maju dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar. Kedelapan calon ketua umum dianggap memiliki kapasitas yang pas-pasan untuk maju sebagai pucuk pimpinan Partai Golkar.

“Setiap aspek pada skor yang dilihat, praktis tidak ada yang menggembirakan, pas-pasan. Kalau dibandingkan dengan calon dari partai lain, Golkar akan terpuruk tahun 2019,” kata peneliti Poltracking Institute, Agung Baskoro, di Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Survei yang dilakukan Poltracking Instute pada 3-11 November 2014 menunjukkan, semua kandidat calon ketua umum Partai Golkar hanya berada di persentase 4-6 persen. Selisih antar-kandidat pun tak sampai satu persen.

Rinciannya ialah Priyo Budi Santoso (6,51 persen), Hajriyanto Y Thohari (6,31 persen), Agung Laksono (6,03 persen), MS Hidayat (5,99 persen), Agus Gumiwang Kartasasmita (5,8 persen), Airlangga Hartarto (5,73 persen), Aburizal Bakrie (5,61 persen), dan Zainuddin Amali (4,98 persen).

Penilaian itu merupakan angka rata-rata yang dicapai para calon ketua umum dilihat dari 10 aspek yang menjadi parameter. Kesepuluh aspek itu adalah integritas dan rekam jejak, kompetensi dan kapabilitas, visi dan gagasan, komunikasi elite, komunikasi publik, akseptabilitas publik, pengalaman dan prestasi memimpin. Selain itu ialah kemampuan memimpin organisasi partai, kemampuan memimpin koalisi, dan kemampuan memimpin pemerintahan negara.

Dari semua aspek itu, Priyo Budi dan Hajriyanto silih berganti menduduki peringkat satu dan dua. Sementara itu, Aburizal Bakrie hampir selalu berada di posisi kedua terbawah dalam survei ini.

Adapun survei ini dilakukan terhadap 173 pakar dengan berbagai kualifikasi bidang sosial, politik, dan humaniora dan level kepakaran yang terdiri dari akademisi bergelar minimal master atau peneliti senior di sebuah lembaga riset yang konsen terhadap isu sosial politik.

Riset ini menggunakan metode uji kelayakan figur melalui tiga tingkat penyaringan, yaitu melalui uji kelayakan kandidat, focus group discussion, dan penilaian masing-masing figur terseleksi oleh para pakar dan tokoh yang memiliki pengaruh opini di publik.

Kamis, 13 November 2014 | 13:34 WIB

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/11/13/13343071/Delapan.Calon.Ketua.Umum.Golkar.Dianggap.Pas-pasan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.