Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

Jangan Salah Kampanye!

News & Blog

PIKIRANRAKYAT.COM – Anggota calon legislatif (caleg) seharusnya tidak salah berkampanye yang justru membuat masyarakat bingung memilih. Salah satu kesalahan kampanye para caleg yang masih mengutamakan wajah atau gambar dirinya yang besar. Padahal dalam surat suara, tidak ada gambar untuk caleg DPR dan DPRD.

Hal ini dikemukakan Anggota Bawaslu RI Daniel Zuchron dalam bincang-bincang “Rakyat Memilih Siapa?” di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, belum lama ini. “Surat suara untuk DPD memang ada fotonya, tetapi caleg DPR dan DPRD tidak ada fotonya tetapi sepanjang jalan, caleg justru pasang foto. Ini kontestan tidak paham konteks kampanye,” katanya.

Direktur Pol-Tracking Institute Hanta Yuda mengatakan para caleg tampaknya lupa tidak ada foto mereka di surat suara. Ke depan, menurutnya pengenalan caleg harus didorong agar difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan begitu caleg bisa lebih teratur dan tertata.

Hal penting yang tidak bisa dilupakan dalam berkampanye, menurut Hanta pemberitahuan tentang visi, misi, dan program kandidat. Tanpa hal ini, publik akan memilih orang yang tidak diketahuinya dengan baik.

Pada sisi lain, Hanta juga mengingatkan KPU tentang sosialisasi. Soalnya, masih ada saja warga yang belum tau hari pemungutan suara. Dalam hal ini, dia meminta ada upaya KPU yang serius agar publik tahu tentang pemilu.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan banyaknya massa yang dilibatkan partai politik tidak akan berkorelasi ke jumlah suara. Menurutnya, interaksi langsung pada masyarakat sebenarnya jauh lebih penting.

Kelak, dana kampanye pun menurut Titi perlu dibatasi. Dengan begitu kampanye bisa berjalan seimbang. Pembatasan ini juga menurutnya perlu agar tidak ada perbedaan dalam kampanye atau hanya yang berduit banyak yang bisa berkampanye.

Sementara itu, Titi juga mengingatkan potensi kerawanan yang berpeluang dilakukan presiden, gubernur, wakil gubernur, wali kota, wakil wali kota, bupati, wakil bupati. “Meski pejabat pemerintahan ini diperbolehkan ikut kampanye, tetapi mereka harus melucuti fasilitas negara yang mereka gunakan,” katanya.

Apa pun, kata Titi, bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemilu juga menurutnya bisa terpengaruh oleh berintegritas atau tidaknya para penyelenggara pemilu. Itu sebabnya dia meminta publik dan media massa terus mengawasi jalannya kampanye dan proses teknis pemilu.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Riskiyansyah mengatakan selama masa kampanye kampanye terbuka, publik harus benar-benar cermat. Dengan begitu, saat pencoblosan masyarakat bisa memilih yang berkualitas. “Jadilah pelaku sejarah, bukan penonton sejarah,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat, Minggu 16 Maret 2014

Link: http://www.pikiran-rakyat.com/node/274013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.