Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

Jika Berpasangan dengan Heru, Ahok Bisa Dikalahkan Risma-Anies atau Risma-Sandiaga

News & Blog

KOMPAS.COM – Figur seorang calon wakil gubernur dinilai berpengaruh dalam mendulang suara pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Lembaga survei, Poltracking Indonesia, melakukan simulasi yang menguji elektabilitas bakal calon gubernur jika dipasangkan dengan bakal calon wakil gubernur yang berbeda-beda.

Pengujian pertama dilakukan dengan head to head antara pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayatdan Yusril Ihza Mahendra-Sandiaga Uno.

Hasilnya, pasangan Ahok-Djarot unggul dengan persentase 44,6 persen, sedangkan Yusril-Sandiaga meraih 28,5 persen.

Simulasi selanjutnya dilakukan dengan memasang Sekretaris Daerah DKI Saefullah sebagai calon wakil gubernur Sandiaga.

Jika dihadapkan dengan Ahok-Djarot, pasangan Sandiaga-Saefullah meraih elektabilitas 27,2 persen.

Sementara itu, pasangan petahana elektabilitasnya lebih tinggi, yakni 41.5 persen.

Namun, situasi berbeda terjadi ketika Ahok-Djarot melawan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang dipasangkan dengan Sandiaga.

Selisih sangat tipis didapatkan saat head to head dilakukan. Pasangan Ahok-Djarot mendapatkan elektabilitas 37,9 persen dan Anies-Sandiaga sebesar 36,4 persen.

Sementara itu, Ahok akan kalah dengan pasangan Tri Rismaharini-Sandiaga apabila ia berpasangan dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Responden yang memilih Risma-Sandiaga sebanyak 38,2 persen, sedangkan elektabilitas Ahok-Heru sebesar 36,9 persen.

Begitu juga saat Risma disandingkan dengan Anies untuk melawan Ahok-Heru.

Lagi-lagi, pasangan Ahok-Heru kalah dengan elektabilitas sebesar 35,6 persen, sedangkan pasangan Risma-Anies dipilih sebanyak 37,9 persen responden.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyampaikan, berdasarkan hasil suvei itu, Ahok bisa dikalahkan jika berhadapan dengan Risma-Sandiaga, Risma-Anies atau Anies-Sandiaga.

Hanta juga mengatakan, figur Djarot sangat penting untuk memenangkan Ahok jika nantinya kembali diusung oleh PDI-P.

“Faktor wakil penting, Ahok-Darot lebih menjanjikan dibanding Ahok-Heru,” ujar Hanta Yuda, di Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Saat simulasi tiga pasang calon tanpa mengikutsertakan Risma, pasangan Ahok-Djarot memilki elektabilitas paling tinggi.

Para responden lebih memilih Ahok-Djarot dengan elektabilitas 33,2 persen, saat melawan dua pasangan lainnya, Sandiaga-Saefullah sebesar 16,1 persen, dan Yusril Ihza Mehendra saat dipasangkan dengan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo yang memperoleh elektabilitas sebesar 13,5 persen.

“Misalnya Risma enggak maju, dalam konteks head to head. Tapi kalau ada tiga poros, Pak Ahok, Sandiaga maju sendiri, dan poros yang ketiga itu Anies atau Yusril, maka akan berpotensi pilkada dua putaran,” ujar Hanta.

Survei tersebut dilakukan pada 6-9 September 2016 dengan melibatkan 400 responden.

Margin of error survei ini diklaim sebesar 4,95 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode pengumpulan data dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner.

Wawancara dikontrol secara sistematis oleh peneliti pusat koordinator wilayah dengan melakukan cek ulang di lapangan sekitar 20-30 persen dari total data yang masuk.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2016/09/16/07010231/jika.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.