Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

Suara PDIP Bakal Pecah Jika Ganjar Jadi Capres Koalisi Lain

News & Blog

Merdeka.com – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengakui adanya isu keretakan hubungan antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri lantaran perbedaan pandangan dukungan dalam Pilpres 2024. Namun begitu, hal tersebut sudah diluruskan.

“Yang pertama memang isu itu ada, tetapi kemarin kan dijawab dengan mereka bertemu juga kan kemarin waktu pelantikan BPIP. Mungkin kalau bahasa Pak Jokowi ada perbedaan iya, tetapi menurut saya biasa lah. Ini di titik tertentu punya aspirasi masing-masing, punya keinginan politik masing-masing, tergantung nanti pada titik tengahnya,” tutur Hanta di Hotel Bidakara,¬†Jakarta¬†Selatan, Kamis (9/6).

“Titik tengahnya itu saya lihat memang PDIP beda dengan 5, 10 tahun yang lalu. Tidak harus Puan, tetapi ini kan Puannya sangat gencar. Sementara Pak Jokowi ini juga punya referensi sendiri,” sambungnya.

Menurut Hanta, jika nantinya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP malah diusung oleh koalisi lain tanpa partainya, maka suara untuk PDIP akan terpecah.

“Pecah, dua-duanya akan pecah. Jadi basis PDIP dan basis Ganjar, basis utamanya ada di Jawa Tengah. Sama-sama di Jawa Tengah. Jawa Tengah itu kan lumbung suara selain Jawa Barat dan Jawa Timur. Kalau mereka bersatu maka solid-lah, mengkristal-lah suara di Jawa Tengah itu baik untuk Pileg PDIP maupun Pilpresnya buat Ganjar. Tetapi kalau terbelah ya terpolarisasi, rugi lah dua-duanya,” kata Hanta.

Hanta mengatakan, sebenarnya ada beberapa parameter yang dapat menyatukan persepsi politik Jokowi dan Megawati. Pertama, jika keduanya memiliki musuh yang sama.

“Kalau mereka tidak bersama, mereka kalah. Misalnya di seberangnya mendukung calon yang kuat. Mereka harus bersatu. Itu mungkin mereka akan bersatu, manakala win win solution,” ujarnya

Kemudian yang kedua, perbedaan antara keduanya tidaklah terbilang signifikan, sebab sama-sama orang Jawa. Ada kemungkinan di titik tertentu mereka akan duduk bersama untuk membicarakan dinamika tersebut.

“Persoalannya yang beda memang di level bawah ya, soal Ganjar dan Puan lah. Ini seperti ya saya enggak tahu lah akan dipasangkan atau gimana,” terang Hanta.

Tidak dipungkiri dukungan dari Jokowi untuk figur Capres 2024 akan memberikan suara yang menguntungkan. Namun begitu, variabel pertama yang menjadi pertimbangan rakyat adalah sosok dari calonnya tersebut.

“Figur Capres itu yang utama. Tetapi yang kedua kan masih ada pemilih-pemilih loyalnya Pak Jokowi. Mungkin meskipun bukan variabel determinan, faktor nomor satu. Faktor nomor satunya tetap Capresnya, faktor nomor dua baru lah Pak Jokowi. Pasti pendukung Pak Jokowi beralih akan ke mana itu sedikit akan memberikan dukungan. Tetapi menurut saya bukan faktor utama. Tapi trennya pendukung Jokowi bergeser ke mana nah itu yg jadi penting untuk dideteksi ya, kecenderungan ke beberapa figur,” bebernya.

Peran Jokowi sebagai king maker cenderung lebih signifikan. Meski dia tidak bisa mendukung secara terang benderang, lanjut Hanta, sinyal politik darinya akan sangat menguntungkan bagi yang dikirimi.

“Mereka (PDIP-Ganjar) kalau bergabung sembiosis politik mutualisme, apalagi di Jawa Tengah atau Bali, itu yang basis-basis merah akan saling bersimbiosis akan saling mempengaruhi. Nah tergantung seperti apa, kalau mereka berpisah ya bisa saja, tapi kalau ditanya ke saya akan pecah (suaranya) ya dua-duanya berpotensi. Tidak hanya PDIP ya, Ganjar juga bisa kehilangan basis PDIP, PDIP juga kehilangan basis Ganjar,” Hanta menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Sumber: https://www.merdeka.com/politik/suara-pdip-bakal-pecah-jika-ganjar-jadi-capres-koalisi-lain.html

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.