Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

Survei Poltracking: Pilkada Jatim Bakal Ketat

News & Blog

Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur dinilai masih kompetitif karena kedua pasangan, yakni Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak, serta Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno masih punya peluang menang dan kalah.
Hal tersebut menjadi kesimpulan dari survei yang dilakukan Poltracking Indonesia dalam diskusi temuan survei bertajuk “Peta Kekuatan Elektoral Cagub-Cawagub Pilkada Jawa Timur 2019 di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/3).
Direktur Eksekutif Politracking Indonesia, Hanta Yuda AR menjelaskan, dari temuan survei yang dilakukannya, elektabilitas Khofifah lebih unggul dibandingkan pesaingnya, Gus Ipul dalam simulasi elektabilitas tanpa pasangan.
Khofifah meraih angka 42,6 persen dan Gus Ipul meraih angka 39,6 persen. Sedangkan pasangannya, masing-masing Emil Dardak sebesar 35,2 persen dan Puti Guntur Soekarno sebesar 27,7 persen.
Sementara jika mereka dipasangkan, Khofifah dan Emil elektabilitasnya mencapai 27,6 persen, sedangkan Gus Ipul-Puti sebesar 21,3 persen. Dari hasil simulasi surat suara pun, Khofifah-Emil tetap lebih tinggi dari Gus Ipul-Puti, yakni 42,4 persen dan 35,8 persen.
“Pilkada masih tiga bulan lagi, tetapi undecided voters (yang tidak tahu atau tidak jawab) masih besar, yakni 21,8 persen,” ujar Hanta.
Ia mengatakan, jumlah undecided voters yang masih besar tersebut sangat menentukan sehingga hasil pemungutan suara nanti bisa berubah. Oleh karena itu, pertarungan Pilkada Jawa Timur yang hanya diikuti dua pasangan calon ini masih sangat kompetitif.
“Masih kompetitif karena kedua pasangan punya peluang menang dan kalah,” katanya.
Survei yang dilakukan Poltracking Indonesia ini dilaksanakan sejak 6-11 Maret 2018 dengan mengambil jumlah sampel 1.200 responden serta margin of error 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PKB, Abdul Kadir Karding mengatakan, sebagai partai pengusung Gus Ipul-Puti, memiliki alasan pasangan nomor urut dua tersebut bisa menang di Pilkada Jatim nanti. Pasalnya, ia melihat Khofifah sudah dua kali kalah saat mencalonkan diri menjadi Gubernur Jatim dan ini adalah untuk ketiga kalinya. Di masa tersebut, katanya, Khofifah selalu mengungguli survei tapi selalu gagal di hasil pemilihan yang sebenarnya. Bahkan saat itu, PKB yang mengusung mantan Menteri Sosial tersebut.
“Ini masih dua bulan, dalam tiga bulan akan berubah drastis. Walaupun lembaga survei hasilnya berbeda, kami akan bekerja di darat,” katanya.
Ia menilai, masuknya Puti menjadi hal yang luar biasa dan keberuntungan bagi Gus Ipul yang merupakan petahana kendati hanya Wakil Gubernur. Puti yang merupakan cucu pertama Presiden pertama RI Soekarno diharapkannya bisa menarik suara dan untuk menyosialisasikannya pihaknya masih ada waktu tiga bulan.
“Kalau kami kalah, kyai di Jawa Timur akan kehilangan muka karena sebagian besar kyai di sana ke nomor dua,” katanya.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammada Sarmuji yang mengusung Khofifah-Emil menanggapi, pihaknya melihat elektabilitas Khofifah trennya naik di berbagai survei. Ia yakin pasangan yang diusung oleh Golkar, PPP, Nasdem, PAN, Hanura, dan Demokrat ini akan menang karena memiliki faktor pemilih rasional sebanyak 49 persen yang melebihi Jawa Barat dan DKI Jakarta.
“Dua faktor ini buat kami yakin akan menang dan makin dekat pelaksanaan pilkada, undecided voters ini akan lebih kecil,” tutupnya.
Deti Mega Purnamasari / FMB
Sumber: Suara Pembaruan


Sumber: http://www.beritasatu.com/politik/483813-survei-poltracking-pilkada-jatim-bakal-ketat.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.