Informasi lebih lanjut hubungi 0811914812 / 081294084328

News & Blog

VIVAnews – Survei: Jika Jokowi Tak Maju di Pilpres, Suara PDIP Turun

News & Blog

VIVA.CO.ID – Hasil survei Pol Tracking Institute mengungkapkan, Joko Widodo menjadi sumber suara bagi PDIP dalam pemilihan umum 2014. PDIP tercatat akan mendulang hasil suara 30,78 persen apabila mengusung Gubernur DKI Jakarta itu menjadi calon presiden tahun ini.
Sementara perolehan partai lainnya di bawah PDIP adalah Golkar 12,34 persen; Gerindra 6,51 persen; dan Demokrat 4,67 persen. Sedangkan partai lain kurang berpeluang menembus parliement treshold. Namun ada empat partai lain yang berpeluang mendapat suara di atas 3 persen, yakni PPP 3,42 persen; PKB 3,25 persen; Hanura 3,09 persen; dan Nasdem 3,09%.
Hasil survei itu diungkapkan oleh Pol Tracking Institute yang dipaparkan pada Minggu, 26 Januari 2014 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat. Direktur Ekskutif Pol Tracking, Hanta Yuda AR, memaparkan hasil survei yang dilakukan pada 16-23 Desember 2013 lalu di 33 provinsi itu.
Survei yang menjaring pendapat dari responden 1200 dan margin error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95% ini menggunakan metode multi-stage random sampling dalam penarikan sampel. Responden minimal berumur 17 tahun atau yang sudah mempunyai hak pilih (berdasarkan aturan yang berlaku) pada saat survei.
Namun, kata Hanta Yuda, apabila PDIP tidak memasang Jokowi dalam pemilu kali ini, entah sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, maka perolehan suaranya turun menjadi 18,85 persen, namun masih berada di posisi tertinggi di antara partai politik besar di Indonesia.
“Dari survei ini terlihat bahwa Jokowi merupakan figur pendongkrak elektabilitas PDIP. Figurnya bahkan lebih populer dari partainya,” kata Hanta.
Hal ini pun, ujar Hanta, turut didukung dengan suara publik yang juga tercermin dari survei itu sebanyak 52,96 persen yang mendukung dia untuk ikut pemilu 2014. Sementara itu, yang tidak setuju dia menjadi capres sebanyak 26,69 persen. Dalam hasil survei Pol Tracking Institute, apabila Jokowi tidak maju jadi capres atau cawapres, selain perolehan suara PDIP jatuh diangka 18,8 persen, suara Golkar akan naik menjadi 15,8 persen, Gerindra naik menjadi 7,6 persen, dan Demokrat naik menjadi 5,6 persen, PPP 4 persen; PKB 4 persen; dan Hanura 3,92 persen. “Artinya, skenario ini merugikan PDIP namun menguntungkan hampir semua partai akibat limpahan suara pemilih PDIP ketika Jokowi menjadi capres,” kata Hanta.
Hanta lalu menyebut ada faktor yang unik mengenai Golkar apabila melihat hasil survei ini. Sebab, kata dia, suara untuk partai Pohon Beringin ini tetap stabil ada atau tidak sosok Jokowi. Hasil survei menyebut apabila Jokowi tidak maju dalam pemilu 2014, Golkar meraih 15,85 persen. Sementara itu, apabila Jokowi maju, raihan suara memang turun yaitu 12,34 persen.
“Dari sini tercermin bahwa suara untuk Partai Golkar cukup stabil. Angkanya selalu berkisar dua digit,” ujarnya. Namun, Hanta menegaskan hasil suara ini masih bisa berubah dan tergantung cuaca politik hari ini. (one)
Sumber: http://politik.news.viva.co.id/pemilu2014/news/read/476332-survei–jika-jokowi-tak-maju-di-pilpres–suara-pdip-turun

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.